23.6.14

Tak Ada Hari Esok

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Kalau memperhatikan judul di atas, hal ini tentunya sangat menyimpang dengan kata-kata yang diucapkan orang jaman sekarang. Mereka mengatakan masih ada hari esok. Namun, tahukah kawan hari esok sebenarnya tak akan pernah ada. Lho, mengapa demikian?

Kalau kita cermati secara betul, dalam islam memang rasanya tak akan ada hari esok. Hal ini dikarenakan kita selalu digoda dan selalu tergoda oleh syaitan, musuh nyata bagi manusia. Mulai dari hal yang paling umum, misalkan saja kita ingin bertaubat. Namun kemudian setan menggoda kita agar jangan bertaubat hari ini, lebih baik besok saja. Namun jika dirasakan betul-betul, rasanya hari esok itu seperti tak akan pernah ada. Kita akan selalu menunggu besok, besok, dan besok yang takkan pernah ada. Ya, kita terlalu mudah tergoda dengan setan. Syaitan setiap harinya selalu menggoda kita, mengiming-imingi kita untuk menunda esok hari. Tidak hanya itu, syaitan juga mengiming-imingi kita untuk menikmati indahnya dunia sehingga kita terlarut di dalamnya, syaitan akan terus menggoda dengan perkataan bahwa masih ada hari esok, sehingga sampai-sampai kita lupa dan meremehkan niat baik kita untuk bertaubat.

Bayangkan, jika hari esok benar-benar tak ada. Masih adakah waktu lagi bagi kita untuk bertaubat? Masih adakah waktu lagi bagi kita untuk memperoleh ridha Allah? Masih adakah waktu bagi kita untuk mencari ampunan dari Allah? Jawabnya hanya satu, TIDAK!! Semua itu tidak bisa diperoleh lagi karena waktu kita sudah habis, sudah terlalu lama untuk menunda. Dunia yang fana sudah ditinggalkan. Sudah saatnya kembali pada Allah, menerima siksaan yang berat, yang tiada menandingi siksaannya.

Astaghfirullah hal adziim... Itulah kata yang harus terucap dari hati, bukan dari mulut. Betapa hinanya kita, manusia, dengan mudah digoda oleh syaitan, mahkluk yang paling hina. Kita jangan sampai mau tergoda oleh syaitan, karena derajat kemuliaan kita sebagai manusia bisa jadi lebih hina dari syaitan karena telah menjadi budak syaitan. Daripada menjadi budak syaitan, lebih baik kita menjadi Hamba Allah Yang Mulia. Taatlah kepada-Nya, Jauhilah larangan-Nya! Taubatlah mulai sekarang, sebelum hari esok benar-benar tak ada!

Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Categories: , , , , , ,

6.6.14

Hijrah Menuju Kebaikan

Tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah merupakan saat yang tepat bagi segenap jajaran kaum Muslimin. Mulai tahun baru ini saatnya bagi kita kaum Muslimin untuk introspeksi serta memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal ini juga dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. sebagai ajang "Hijrah menuju kebaikan"

Momen ini sangat penting bagi umat Muslim karena pada bulan ini Rasulullah mendapat kesuksesan dalam dakwahnya. Nah, demi mengikuti jejak Rasulullah tersebut kita dianjurkan untuk meraih kesuksesan. Bukan berarti kesuksesan untuk mendapatkan harta, tetapi untuk mendapatkan insan yang lebih baik. Lebih baik bukan berarti dalam hal penampilan, yang dimaksudkan di sini adalah memiliki sikap dan perilaku yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

Dari insan yang lebih baik tersebut, kita dapat lebih mudah untuk bergaul dan mendapatkan teman. Tapi jangan salah, teman yang kita miliki juga harus baik. Jangan sampai salah pilih teman karena teman tersebut bisa juga menjerumuskan kita ke hal-hal yang buruk. Setidaknya dari sikap yang berubah ini dapat memperkokoh tali persaudaraan antar umat muslim. Sehingga dari persaudaraan itu dapat tercipta kesatuan dan terhindar dari perpecahan dan perbedaan pemahaman sesama umat Muslim.

Agar jadi insan yang lebih baik tentunya kita harus introspeksi diri terlebih dahulu. Apa yang kurang dari sikap kita. Misalnya rejeki kita macet karena tidak pernah sedekah, nah dari situ kita harus mulai untuk mulai bersedekah, terutama pada kaum dhuafa dan yatim piatu.

Kh. Hamdan Rasyid menambahkan bahwa tahun baru Islam sebaiknya diisi dengan bermuhasabah dan banyak istiqfar, agar catatan kita di awal tahun dimulai dengan amalan baik. Menegakkan kebenaran dan memberantas kebathilan adalah spirit utama peringatan 1 Muharram.

Kemenangan melawan kebathilan tidak pernah terwujud tanpa usaha serius dari manusia.
Oleh karena itu momentum ini harus dijadikan momentum evaluasi diri dan menegakan kebenaran yang diawali dari diri sendiri.

"Manusia yang merantau (hijrah) bagaikan emas yang terangkat dari tempat asalnya" - Imam Syafii

Categories: , , , , ,

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com

Copyright © Az-Zakaa | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑